Jakarta
Dalam dua bulan terakhir, TNI menjadi sorotan. Bukan
karena urusan militer atau perang, namun akibat kelakuan beberapa oknum
yang terlibat masalah. Apa saja?
Dalam catatan
detikcom,
sedikitnya ada empat kasus yang melibatkan anggota TNI. Kasusnya
bervariasi, mulai dari sikap arogan anggota TNI di jalanan hingga kasus
narkoba.
Direktur Operasional Imparsial, Bhatara Ibnu Reza, juga
mempunyai data serupa. Menurut dia, telah terjadi peningkatan kasus
anggota TNI dalam dua bulan terakhir.
"Untuk 2 bulan belakang ini
kasus penyelewangan oknum TNI semakin marak terjadi," tuturnya usai
acara diskusi di Jakarta, Kamis (31/5).
Berikut keempat kasus tersebut:
1. Koboi PalmerahPada
awal Mei 2012 lalu, seorang anggota TNI berpangkat kapten tertangkap
kamera saat memaki-maki pemotor. Dia juga terlihat melayangkan pukulan
dan mengacungkan pistol. Rekaman video itu kemudian diunggah di Youtube
dengan judul 'Koboy Palmerah' karena lokasi kejadiannya berada di
Palmerah, Jakarta Barat.
Belakangan diketahui anggota TNI yang
di video tersebut bernama Kapten Arluthfi. Sementara si pemotor
berinisial S. Menurut pihak TNI, keduanya sudah berdamai. Sedangkan
Kapten Arluthfi, menurut panglima TNI, sudah diberi sanksi.
2. Anggota Bais Terlibat NarkobaAnggota
Primer Koperasi Kalta milik Bais TNI Serma A terlibat kasus
penyelundupan 1,5 juta ekstasi asal China. Dia ditangkap petugas dari
Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pelabuhan Tanjung Priok. Oknum TNI
tersebut terancam dipecat. Penangkapan digelar pada hari Senin 28 Mei.
Saat itu, BNN menangkap 8 Orang, termasuk sang oknum TNI.
3. Aksi Marinir di 'Pondok Maksiat'Pada
Selasa (29/5), Satpol PP dan warga tengah menertibkan bangunan liar
yang diduga bangunan tempat mesum atau 'pondok maksiat' di Padang,
Sumatera Barat. Penertiban 'pondok maksiat' di Padang, Sumbar, pada
Selasa (29/5), ricuh karena ada anggota Marinir yang memiliki warung di
lokasi.
Tidak terima dengan penertiban itu, sang marinir dan
kawan-kawannya lalu melabrak wartawan dan merampas memory card, kamera,
dan lain-lain. Kini, 11 anggota Marinir yang terlibat sudah ditahan.
4. Geng Pita KuningPada
awal April lalu, terjadi serangkaian pengeroyokan terhadap warga sipil
di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Pelakunya, diduga puluhan
oknum TNI yang berusaha membalas dendam atas kematian Kelasi Arifin Siri
yang tewas dikeroyok geng motor di Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat.
Geng
yang beraksi membabi buta itu mengenakan pita kuning di lengan. Hasil
penyelidikan sementara, ada 4 oknum anggota TNI AD yang ditangkap.
Sementara untuk pelaku lainnya belum ada perkembangan.
Source