Tampilkan postingan dengan label Potret kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potret kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Tak Bayar Hotel Rp 69 Miliar, Putri Arab Saudi Tertangkap Basah


 
Jakarta - Salah satu Putri dari Saudi Arabia ketahuan berniat kabur dari hotel Shangri-La di Paris tanpa membayar tagihan 6 juta euro (Rp 69,3 miliar) untuk kamarnya.

Hal tersebut diungkapkan kepolisian setempat pada hari Sabtu kepada harian Le Parisien yang dikutip Sydney Morning Herald, Senin (4/6/2012).

Putri tersebut bernama Maha Al-Sudani, mantan istri Pangeran Arab Saudi, Nayef ben Abdel Aziz. Wanita itu berusaha kabur dari kamarnya pada pukul 3.30 pagi berbarengan dengan rombongannya yang berjumlah 60 orang.

Sontak saja petugas keamanan hotel tersebut melihat aksi mencurigakan di pagi buta tersebut dan memutuskan untuk menelepon polisi. Dalam laporan Le Parisien itu, duta besar Arab Saudi langsung turun tangan.

Menurutnya, Maha Al-Sudani punya kekebalan diplomatis di negara tersebut. Ketika dihubungi secara terpisah oleh AFP, direktur hotel mewah di Paris itu, Alain Borgers, mengatakan sudah tidak ada lagi masalah dalam kasus tersebut.

Ini bukan kali pertama putri tersebut berulah. Pada tahun 2009, perusahaan fesyen terkenal di dunia, Key Largo, pernah mengambil jalur hukum lewat pengadilan untuk menagih utang 89.000 kepada sang putri.

Selain itu, hal yang sama juga dilakukan oleh Dior, Chaumet dan Victoria Casal yang pernah punya urusan kurang enak dengan sang putri asal Arab Saudi itu.
Source

Senin, 28 Mei 2012

Mobil Plat Merah Serobot Antrean



ENDE,KOMPAS.com - Mobil Suzuki APV berplat merah EB 983A menyerobot antrean puluhan mobil di ruas jalan yang sedang diperbaiki di Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/5/2012), sekitar pukul 09.45 WITA. Tindakan itu membuat kesal para pengendara yang sudah yang sudah lama menunggu giliran. Berdasarkan pemantauan, ruas jalan utama antara Ende-Maumere itu ditutup palang bambu karena ada tebing yang dilongsorkan untuk melebarkan jalan.
Berbagai kendaraan dari arah Ende maupun Maumere pun antre sekitar 20 menit dengan tertib sambil menunggu reruntuhan longsor dibersihkan. Kami pun ikut antrean dari arah Ende. Tiba-tiba, sebuah mobil Suzuki APV warna silver berplat merah EB 983A, yang tiba belakangan dari arah Ende, menyerobot ke depan dan mengambil jalur kanan.
Seorang pengendara sempat memperingatkan mobil yang nyelonong itu. Apalagi, mobil itu merupakan kendaraan dinas yang dinaiki beberapa orang berpakain coklat gading PNS. "Masak mobil mobil plat merah tak mau antre. Memalukan dong!" kata seorang pengendara itu.
Sopir mobil plat merah itu berjanji untuk tidak memotong antrean. Ketika palang bambu dibuka, mobil itu tetap di jalur kanan sehingga mengganggu kendaraan dari arah Maumere yang dipersilakan jalan terlebih dahulu. Ketika kendaraan dari arah Ende di jalur kiri mendapat giliran jalan, mobil berplat merah itu ternyata tetap nekat menyerobot dan memotong jalur kendaraan yang sudah lama antre. Tindakan itu mengesalkan para pengendara yang menunggu giliran dengan tertib.
"Ternyata mobil berplat merah itu benar-benar memalukan!" kata salah seorang pengemudi mobil di dalam antrean. Mobil berplat merah itu tak memberi contoh yang baik. Padahal, mobil-mobil lain bersedia antre dengan tertib, seperti mobil Avanza plat hijau (dari TNI), mobil travel, mobil pribadi, dan motor.
Penumpang salah satu mobil antrean, Banovasius (64), mengungkapkan, jalur ini memang biasa ditutup setiap 20 menit untuk mengerjakan pelebaran jalan dengan memangkas tebing tanah di pinggir jalan. Antrean diperlukan agar lalu lintas berjalan lancar. Titik jalan yang sedang diperbaiki itu sekitar 25 kilometer dari pusat kota Ende.
Source