JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepak
bola profesional harus menjaga dan melindungi penggemarnya, terutama
dari kalangan anak-anak. Perilaku para pesepak bola profesional,
terutama di lapangan, bisa mengarahkan penggemar anak-anak berperilaku
positif dan sebaliknya.
Hal tersebut diingatkan oleh anggota tim
nasional Spanyol, Cesc Fabregas, dalam kunjungannya di Jakarta, Kamis
(5/7). Selain bermain dengan baik, memperlihatkan kemampuan terbaik bagi
tim, perilaku di dalam dan di luar lapangan juga merupakan sikap yang
sering kali dicontoh para penggemar sepak bola, terutama anak-anak.
”Pesepak
bola profesional tidak boleh bersikap sembarangan. Anda harus menjaga
sikap. Penggemar anak-anak pasti menonton televisi dan melihat tingkat
laku Anda di lapangan,” katanya.
Fabregas yang baru ikut
mengantarkan Spanyol menjadi kampiun Piala Eropa 2012 di Polandia dan
Ukraina, menegaskan, bagi pesepak bola profesional, penggemar adalah
salah satu hal yang diutamakan. Berbicara dengan kata-kata kasar kepada
media yang akhirnya sampai kepada para penggemar adalah perilaku yang
harus dihindari.
Mantan gelandang serang klub Inggris, Arsenal,
itu mengatakan, pendampingan orangtua selama menonton pertandingan sepak
bola menjadi penting, terutama agar anak-anak mengambil sisi positif
cabang olahraga ini.
Gelandang tim Perancis, Samir Nasri, adalah
salah satu contoh pesepak bola yang mau mengakui kesalahan dan meminta
maaf kepada para penggemar, terutama anak-anak. Permintaan maaf yang
disampaikan gelandang serang klub Inggris, Manchester City, dalam akun
media sosial Twitter resmi miliknya itu adalah salah satu bentuk
tanggung jawab Nasri terhadap para penggemar, terutama anak-anak.
Contoh
tersebut agaknya patut ditiru oleh pesepak bola yang berlaga di
Indonesia. Banyak kesalahan yang dilakukan, hingga melakukan
penganiayaan terhadap wasit, tetapi tidak disertai dengan tanggung jawab
terhadap para penggemar, terutama anak- anak. Tak ada secuil pun
permintaan maaf muncul dari pesepak bola Indonesia.
Fabregas
dalam kunjungan keduanya ke Indonesia sempat melakukan pertandingan
persahabatan dengan tim Garuda. Berlaga di Stadion Gelora Bung Karno,
Fabregas dan kawan-kawan bermain imbang dengan tim Garuda, 1-1. Fabregas
menyumbang asis bagi terciptanya gol Ilija Spasojevic pada menit ke-14.
Sementara gol tim Garuda tercipta oleh Samsul Arif pada menit ke-25 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Decky Ardian.
Indonesia taklukSementara
itu, Andik Firmansyah dan kawan-kawan yang turun dalam laga perdana
babak kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E di Pekanbaru, Riau, Kamis
malam, harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-1. Gol tunggal
Australia diciptakan oleh Anthony Proia melalui sundulan menjelang babak
pertama usai.
Memasuki babak kedua, Andik dan kawan-kawan
mencoba bermain lebih menyerang. Beberapa kesempatan emas diperoleh anak
asuh Aji Santoso dan Widodo C Putro tersebut. Namun, hingga babak kedua
selesai, kedudukan tidak berubah. Australia memperoleh angka penuh,
tiga, atas tim Indonesia. (MHD)
Source