Jumat, 09 Maret 2012

Mantan Narapidana Bisa Bekerja di Kafe Ini

Jakarta - Para gelandangan dan mantan narapidana juga bisa jadi tenaga kerja yang potensial. Sebuah cafe di London, Crisis Skylight Cafe mempekerjakan mereka dan mendidiknya hingga jadi tenaga professional.

Para gelandangan dan narapidana ditampung di kafe ini dan dipersiapkan menjadi tenaga kerja handal. Mereka dibekali dengan berbagai kemampuan menangani resto, yang diajarkan dengan detil oleh pelatih. Mulai dari operasional restoran hingga bagaimana menyajikan makanan dengan baik.

Di bagian dapur, mereka diajari cara menyiapkan makanan, membantu juru masak, pemahaman tentang kesehatan, kebersihan makanan, dan cara menjaga agar dapur tetap higienis.

Pada bagian penerimaan tamu, mereka juga diajari keterampilan melayani pembeli, kerjasama tim, cara berkomunikasi, pengetahuan tentang produk, hingga menangani bagian keuangan.

Tak hanya itu, ada juga ketrampilan tambahan yang diberikan pada mereka. Mengenai bagaimana mengorganisir acara dan promosi, kemampuan mengoperasikan komputer, juga teknik interview yang baik.

Karyawan Crisis Skylight Cafe bekerja sekitar dua hingga tiga kali seminggu. Cafe ini buka dari hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore. Setiap kali bekerja, karyawan-karyawan ini menangani berbagai pemesanan take away dan delivery.

Program edukasi ini telah berjalan sejak Agustus 2004, dan hingga kini telah membantu lebih dari 100 orang gelandangan dan mantan tahanan. 59 orang di antaranya bahkan telah direkrut menjadi pegawai tetap di perusahaan jasa.

Walaupun berasal dari kaum minoritas dan sering dianggap sebelah mata, namun para pekerja ini diperlakukan layaknya karyawan umumnya. Mereka memiliki jenjang karir yang jelas, bonus, kunjungan kerja, juga kegiatan rutin bersama karyawan lain. Tiap minggunya, dilakukan review dan penilaian karya dari para manager.

Program Crisis Skylight Cafe ini dipimpin oleh Leslie Morphie, yang bertujuan untuk memberdayakan mereka yang tak punya tempat tinggal. Dengan pemberian edukasi dan ketrampilan tersebut, diharapkan mereka mampu bekerja dengan layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Source

Rabu, 07 Maret 2012

Suatu Hari, Everest Takkan Bisa Didaki Lagi

SALT LAKE CITY, KOMPAS.com - Apa atau yang lebih populer sebagai "Super Sherpa", pendaki gunung yang pertama kali menaklukkan Everest pada tahun 1989 mengatakan bahwa suatu hari, Everest mungkin takkan bisa didaki lagi.
Apa sebabnya? Ia mengatakan bahwa pemanasan global berdampak pada jumlah es di Himalaya. Berkurangnya jumlah es menyebabkan jalur pendakian lebih berbahaya.
"Tahun 1989, ketika pertama mendaki Everest, ada banyak salju dan es. Tapi sekarang, semua menjadi batu telanjang. Dampaknya, semakin banyak batuan jatuh yang berbahaya bagi pendaki," kata Apa.
Dikutip Daily Mail, Senin (27/2/2012), Apa juga mengungkapkan, "Pendakian juga semakin sulit sebab ketika di gunung dulu Anda bisa memakai crampons (sepatu yang didesain khusus untuk mendaki di gunung berlapis es), tapi sekarang sangat licin dan berbahaya untuk berjalan di permukaan batuan."
Apa adalah anggota komunitas Sherpa di Himalaya. Sejak usia 12 tahun, ia mulai bekerja sebagai pembawa perlengkapan bagi pendaki Himalaya. Tahun lalu, ia memecahkan rekor sebagai pendaki yang telah menaklukkan Everest sebanyak 21 kali. Kini, Apa tinggal di Salt Lake City, Amerika Serikat.
Ia menyerukan perlunya perhatian pada isu pemanasan global serta upaya mengatasinya. Jika tidak, keindahan puncak Everest mungkin benar-benar akan menjadi sesuatu yang hanya bisa dibayangkan.Source

53 perusahaan di Surabaya buang limbah B3

Surabaya (ANTARA News) - Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, menyatakan ada sekitar 53 perusahaan di Kota Pahlawan yang membuang limbah beracun berbahaya (B3).

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Sachiroel Alim, Selasa, mengatakan, perusahaan-perusahaan itu diindikasikan belum memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS).

"Kami menyayangkan hal itu, apalagi perusahaan itu telah beroperasi belasan hingga puluhuan tahun," katanya.

Data di Pemerintah Kota menyebutkan, dari 69 perusahaan yang berpotensi menyisakan B3 hanya 16 perusahaan yang memiliki TPS dan mengantongi izin dari Pemkot Surabaya, sedangkan yang 53 belum ada.

Atas kondisi itu dewan merekomendasi agar perusahaan yang tidak mengantongi izin TPS ditutup sementara. Hal itu karena mereka dipastikan tidak memiliki tempat TPS dan sangat dimungkinkan membuang limbah B3-nya secara sembarangan.

Alim mencontohkan, tahun lalu Komisi C menengarai PT Natbour Resourses (NR) yang berada di Jln. Osowilangun meyimpanan limbah B3 secara sembarangan dan ditegur Pemkot.

Saat itu Pemkot telah memberikan surat teguran melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya dengan Nomor 660/987/436.7.2/2011 tanggal 25 April 2011. Namun perusahaan yang bergerak dalam industri baja tersebut dan telah menyisakan limbah B3 jenis Mill Scale tidak menghentikan kegiatannya sementara, melainkan tetap beroperasi seperti biasa.

Terkait penyimpangan yang dilakukan PT NR, dalam surat teguran yang dikeluarkan BLH ada 3 point, pertama usahanya tidak sesuai dengan pasal 23 Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 tahun 2010 tentang izin gangguan.

Kedua, menghentikan aktivitas kegiatan usaha untuk penyimpanan dan pengumpulan limbah B3 dan ketiga menanggulangi dan pemulihan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bahkan, sesuai hasil monitoring BLH yang dilakukan di lapangan, kegiatan yang dilakukan PT NR tidak sesuai dengan izin. "Tapi, kenapa langkah penutupan sementara tidak dilakukan Pemkot, ini yang kami tanyakan," ujarnya.

Selain PT NR peruashaan lain yang izinnya belum beres di antaranya, PT Pabrik Cat dan Tinta Pasific, karena pengajuan izinnya tidak lengkap. Kemudian ada PT Duacipta Pakar Perkasa, PT Surya Steel dan lainnya.

Sementara itu, Kepala BLH Pemkot Surabaya, Musdik Suhudi mengatakan, pihaknya akan mengevaluasinya kembali guna mengatahui perusahaan mana saja yang belum memiliki TPS.

"Tentunya juga akan melakukan pendataan ulang terhadap temuan Komisi C tersebut," katanya. Source

Senin, 05 Maret 2012

Asteroid 2011 AG5 Berpotensi Menghantam Bumi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 8 Januari 2011 lalu, astronom menemukan asteroid baru yang diberi nama 2011 AG5. Lewat kajian terbaru, astronom menunjukkan bahwa asteroid ini berpotensi menghantam Bumi.
2011 AG5 adalah asteroid berukuran lebar 140 meter. Sampai saat ini, astronom belum mengetahui komposisi asteroid ini, apakah terdiri dari batuan, es atau logam.
Astronom mengungkapkan bahwa potensi hantaman asteroid ini adalah 1:625. Sementara, dalam skala Torino yang menyatakan potensi hantaman asteroid, 2011 AG15 masuk skala 1 dari 10.
Apa dampaknya jika asteroid ini benar-benar menghantam Bumi?
Donald Yeomans, kepala program observasi objek dekat Bumi di Jet Propulsion Laboratory, mengatakan bahwa jika menabrak Bumi, asteroid ini berpotensi menciptakan kawah dan menimbulkan tsunami.
Dalam wawancara pada situs Universe Today, Kamis (1/3/2012), Yeomans mengungkapkan bahwa ketika masuk atmosfer Bumi, asteroid ini akan mulai terbakar pada ketinggian 65,5 km.
"Puing terbesarnya akan mencapai permukaan Bumi dengan kecepatan 2,64 km/detik. Energi tumbukannya adalah 7,52 x 10^15 Joule atau sekitar 1,8 MegaTon," ungkap Yeomans.
Akibat tumbukan, gempa bermagnitud 4,9 bisa terjadi. Wilayah tumbukan bisa seluas 1,17 x 0,824 km. Ada banyak kawah tumbukan yang bisa terbentuk. Kawah terbesar bisa berukuran lebar 400 meter.
Jika berada di rentang jarak 10 km, sensasi seperti truk menabrak gedung akan dirasakan. Mobil akan bergoyang. Di ruangan, alat makan dan jendela akan bergoyang dan dinding akan membuat suara retak.
"Letupan di udara dengan kecepatan 26,3 meter per detik akan terjadi 10-30 detik setelah tumbukan asteroid dengan Bumi," ungkap Yeomans kepada Universe Today.
Tsunami bisa terjadi jika puing asteroid jatuh di lautan. Tsunami akan terjadi 6,18 menit setelah tumbukan. Ketinggian gelombang bisa mencapai 4,78-9,55 meter.
Mengetahui tumbukan yang mungkin terjadi, astronom Ma'rufin Sudibyo mengatakan bahwa energi hantaman mencapai 7 kali letusan Merapi 2010. Kekacauan iklim lokal dan regional bisa terjadi 1-2 tahun setelahnya.
Haruskah panik? Tentu, tak perlu.
Alasan pertama adalah waktu tumbukan yang masih lama. Asteroid memang akan mendekati Bumi pada tahun 2023 dan 2028. Namun, 2011 AG5 baru diperkirakan menghantam Bumi pada 5 Februari 2040.
Dengan waktu lama, upaya menangkal hantaman asteroid masih bisa diupayakan. salah satu cara, astronom tengah mengembangkan metode menghalau asteroid dengan mengacaukan orbitnya.
Alasan kedua adalah kemungkinan hantaman masih bisa berkurang. "Peluang 1:625 adalah berdasarkan prediksi dari data NASA saat ini. Observasi lebih lanjut kemungkinan besar akan mengurangi peluang hingga nol," jelas Yeomans.
Satu hal lagi, tumbukan juga takkan menyebabkan kepunahan massal. Jadi, tak akan ada kiamat akibat hantaman asteroid ini, jika memang nanti terjadi.Source

Semut tak akan lupa bau musuhnya

Jakarta (ANTARA News) - Koloni semut membentuk "memori bersama" dari bau musuh mereka, demikian temuan para peneliti University of Melbourne Australia.

Kepala peneliti, Mark Elgar, seperti dikutip BBC Nature, menjelaskan seluruh semut di koloni dapat merasakan pengalaman sesamanya.

"(Bayangkan) Anda punya pengalaman bau menjijikkan bersama-sama tentang orang dengan aroma tertentu," kata Elgar, menggambarkan jika manusia mempunyai kemampuan seperti semut.

Semut menyimpan bau ketika bertarung dengan musuh dari koloni lain. Bau itu lalu dibagi dengan semut lain sekoloni.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Naturwissenschaften itu menyebutkan zat kimia merupakan kunci dari kawanan semut.

Semut mengidentifikasi kawanan satu sarangnya  dengan "tanda kimia" yang melapisi tubuh setiap anggota dan membedakan bau dari penyusup yang mungkin akan menyerang.

Elgar mengatakan kemampuan tersebut sebagai "kebajikan organisasi".

"(Seperti) Anda memperingatkan rekan terhadap seseorang dan rekan yang mendengar hal itu menceritakan ke rekan lain yang tidak tahu sebelumnya," kata Elgar

Para peneliti mempelajari semut tropis (Oecophylla smaragdina) yang membangun sarang di pepohonan. Satu sarang menampung hingga 500 ribu semut pekerja.
(I026)Source

Minggu, 04 Maret 2012

Tips Hemat Mencuci Helm Sendiri

Jakarta - Biasanya Otolovers harus mengeluarkan uang Rp 15 ribu - Rp 20 ribu untuk mencuci helm di tempat pencucian helm. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mencuci helm sendiri. Mencuci helm sendiri tentunya bikin hemat.

Meski cara mencuci helm yang bisa dikategorikan tradisional ini memang akan memakan waktu anda sedikit, bila dibandingkan dengan mensteam ditempat pencucian helm.

Soalnya Anda harus menjemur secara manual menggunakan sinar matahari atau hairdrayer. Akan tetapi cara ini dijamin mampu membersihkan helm kesayangan Anda.

Lalu bagaimana cara mencuci helm ala tradisional ini.

  1. Sediakan sebuah wadah yang lebih besar dari ukuran helm anda. Jika visor helm Anda bisa dilepas, lepas visornya dan cuci dengan sabun cair.
  2. Isikan air yang mampu merendam seluruh bagian helm anda.
  3. Setelah wadah berisikan air, masukkanlah detergen ringan seperti sabun.
  4. Masukkanlah helm ke dalam wadah yang telah berisi cairan pembersih, pastikan seluruh helm terendam.
  5. Diamkan helm anda selama 10-15 menit di dalam wadah tersebut.
  6. Setelah 10-15 menit berlalu, air pencuci akan terlihat kotor akibat kotoran dari helm anda.
  7. Bersihkanlah dalam helm anda menggunakan tangan untuk bagian kaca. Dan sikat secara perlahan untuk bagian dalam.
  8. Setelah helm terlihat sudah bersih, angkat lalu dibilas dengan air bersih.
  9. Sediakan wadah yang berukuran sama(dengan ukuran lebih besar dari helm anda) lalu masukkan pewangi pakaian agar helm anda terasa wangi.
  10. Diamkan selama beberapa menit agar pewangi pakaian bisa meresap ke dalam helm anda.
  11. Setelah itu lakukan pengeringan dengan cara dijemur, menggunakan kipas angin, atau dengan cara dikeringkan menggunakan pengering rambut.
  12. Setelah kering helm bersih anda bisa digunakan kembali.Source

Kamis, 01 Maret 2012

Fosil Kutu Raksasa Zaman Dinosaurus

PARIS, KOMPAS.com - Ternyata, kutu sudah mendiami bumi sejak zaman dinosaurus. Pada 150 juta tahun lalu, dinosaurus hidup berdampingan dengan kutu rakus darah berukuran raksasa. Palaentolog asal Cina dan Perancis menemukan fosil kutu tersebut di wilayah Inner Mongolia dan propinsi Liaoning. Sejumlah lebih dari 9 fosil kutu itu ditemukan.

Bila kutu saat ini hanya berukuran kurang lebih 5 mm, maka kutu purba betina yang ditemukan berukuran lebih besar. Betinanya berukuran 2 cm sementara yang jantan berukuran 1,5 cm. Studi juga mengungkap bahwa kutu purba ternyata tak memiliki sayap. Tak seperti kutu saat ini, kutu purba juga tak mampu melompat dan memiliki mulut yang kecil.

Kutu purba beradaptasi sangat baik dengan lingkungannya. Kutu ini memiliki cakar cukup tajam untuk bertahan di permukaan tubuh reptil saat itu. Kutu juga memiliki struktur penghisap darah. Kutu adalah salah satu hewan yang mampu beradaptasi dengan baik saat dinosaurus punah. Dari reptil, kutu purba mulai menghisap darah mamalia. Dalam proses evolusi, ukuran kutu kemudian mengecil.Source